Rabu, 08 April 2009

Bahan Ajar

Standar Kompetensi
Memahami saling ketergantungan dalam ekosistem



Kompetensi Dasar

7.1 Menentukan ekosistem dan saling hubungan antara komponen ekosistem
7.2 Mengindentifi-kasikan pentingnya keanekaragaman makhluk hidup dalam pelestarian ekosistem
7.3 Memprediksi pengaruh kepadatan populasi manusia terhadap lingkungan
7.4 Mengaplikasikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan









Mengamati Sistem

Untuk mengamati sistem beserta interaksi antara komponen-komponennya, kamu perlu mangamati apa saja yang ada dalam sistem itu. Apakah kamu termasuk di dalamnya?

Apa yang kamu harus lakukan?
1. Pilihlah lingkungan kecil di sekitar sekolahmu untuk diamati, berilah batas dengan rumput atau kaayu. Amati apa yang ada di daerah yang telah kamu tentukan batas-batasnya.
2. Amatilah dengan hati-hati dan catatlah segala sesuatu yang ada dalam batas-batas yang telah kamu tandai termasuk udara dan tanah.
3. Kelompokkanlah apa yang kamu amati ke dalam dua kelompok, yaitu sesuatu yang hidup dan sesuatu yang tidak hidup.
4. Apakah sesuatu yang hidup mempengaruhi sesuatu yang tidak hidup? Apakah terjadi sebaliknya?
Penyelidikan
Gambar 7.1
Contoh ekosistem















A
Komponen Ekosistem, Peran, dan Interaksinya



Indikator

· Mengidentifikasi satuan-satuan dalam ekosistem dan menyatakan matahari merupakan sumber energi utama
· Menggambarkan dalam bentuk diagram rantai makanan dan jaring-jaring kehidupan berdasarkan hasil pengamatan suatu ekosistemKomponen Ekosistem
Seperti hasil penyelidikanmu, bahwa ekosistem memiiliki dua komponen penyusun, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Masing-masing komponen tersebut memiliki peran masing-masing.
1. Komponen Biotik
a. Produsen
Istilah Sains

· Ekosistem
· Ekologi
· Biosfer
· Faktor biotik
· Faktor abiotik
· Habitat
· Individu
· Populasi
· Komunitas
· Relung
· Kepadatan populasi
· Produsen
· Konsumen
· Pengurai
· Autotrof
· Fotoautotrof
· Kemoautotrof
· Rantai makanan
· Jaring-jaring makanan
Gambar 7.2 Organisme autotrof
Produsen adalah makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri (autotrof). Tumbuhan hijau adalah contoh organisme yang dapat menghasilkan makanannya sendiri. Tumbuhan dikenal juga sebagai fotoautotrof karena menggunakan energi matahari untuk menghasilkan makanan melalui fotosintesis. Beberapa autotrof tidak dapat menggunakan sinar matahari sebagai sumber energinya. Sebagai gantinya, mereka menggunakan cadangan energi dalam senyawa kimia untuk membuat makanan, organisme ini dikenal dengan kemoautotrof. Contoh organisme kemoautotrof adalah bakteri.
b. Konsumen
Manusia dan hewan sangat tergantung pada tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya. Manusia dan hewan merupakan kelompok makhluk hidup yang memperoleh makanannya dari makhluk hidup lainnya dikenal sebagai konsumen. Konsumen tidak mampu membentuk makanannya sendiri atau disebut organisme heterotrof. Berdasarkan jenis makanannya konsumen dapat dikelompokkan menjadi herbivora, karnivora, dan omnivora.
(a)
Harimau makan daging, sedang sapi makan tumbuhan. Hewa-hewan pemakan daging disebut karnivora. Hewan-hewan pemakan tumbuhan disebut herbivora. Di antara makhluk hidup di alam ini ternyata ada yang memakan daging dan tumbuhan. Misalnya ayam makan biji-bijian dari tumbuhan dan cacing tanah atau serangga. Kelompok makhluk hidup ini dikelompokkan sebagai omnivora (pemakan segala). Hewan apa lagi yang kamu kenal sebagai hewan karnivora, herbivora, dan omnivora?
Gambar 7.3 (a) hewan herbivora, (b) hewan karnivora, dan (c) hewan omnivora
(c)
(b)Berdasarkan sumber makanan utamanya, konsumen dapat dikelompokkan menjadi konsumen primer, konsumen sekunder, dan konsumen tersier. Konsumen primer merupakan hewan pemakan produsen atau tumbuhan (herbivora). Misalnya sapi makan rumput. Konsumen sekunder hewan pemakan konsumen primer. Misalnya burung pemakan serangga memakan belalang pemakan tumbuhan. Konsumen tersier merupakan hewan pemakan konsumen sekunder. Misalnya seekor ular memakan burung pemakan serangga.


c. Pengurai
Organisme yang telah mati diuraikan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil oleh pengurai. Organisme yang memiliki kemampuan menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati di sebut pengurai. Pengurai adalah jasad renik atau makhluk hidup lain yang dapat menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati atau membusuk.
Kelompok pengurai ini misalnya cacing tanah, bakteri, dan jamur. Hasil penguraian dari organisme pengurai ini akan digunakan oleh tumbuhan untuk membentuk atau mensintesis makanannya.


2. Komponen Abiotik
Membandingkan tanah

Mengamati ciri-ciri tanah
1. Isilah dua mangkuk dengan jenis tanah yang berbeda dalam jumlah yang sama
2. Tuangkan air dalam jumlah yang sama ke dalam tiap mangkuk
3. Amatilah ciri-ciri pada adonan tanah yang kamu buat. Catatlah apa yang kamu amati dalam buku catatanmu.

Analisis
Apakah perbedaan antara tanah dalam dua mangkok tersebut dengan keadaan semula?
Lab Mini 7.1Telah kita pahami bahwa ekosistem merupakan satu kesatuan antara faktor-faktor lingkungan dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Jadi, berdasarkan fungsinya ekosistem mempunyai dua komponen, yaitu komponen biotik yang terdiri atas makhluk hidup dan komponen abiotik yang terdiri atas benda-benda tidak hidup.
Beberpa komponen abiotik, antara lain faktor tanah, temperatur, cahaya, air, dan udara.
Tanah
Tanah adalah fakor abiotik yang dapat mempengaruhi tumbuhan dan organisme lain yang dapat ditemui dalam ekosistem. Tanah disusun dari komponen-komponen tanah. Komponen utama penyusun tanah ada empat antara lain mineral-mineral, air, udara, dan bahan organik. Bahan mineral (organik) berupa pecahan batuan dengan ukuran bervariasi. Bahan organik merupakan hasil penguraian dari bagian tumbuhan dan hewan. Bahan organik tanah sangat penting karena merupakan sumber utama belerang dan fosfor yang sangat dibutuhkan oleh tumbuhan. Perbedaan komposisi mineral, bahan organik, air, dan udara akan menghasilkan tanah dengan jenis yang berbeda pula.
Suhu
Suhu (temperatur) sangat menentukaan organisme apa yang dapat hidup di suatu tempat. Suhu di bumi merupakan akibat langsung dari adanya cahaya matahari. Bumi dapat menyerap energi matahari sehingga bumi menjadi lebih hangat.
Suhu di bumi berbeda-beda sehingga makhluk hidup harus beradaptasi terhadap perbedaan suhu tersebut. Tumbuhan maupun hewan yang hidup di daerah kutub berbeda dengan tumbuhan dan hewan yang hidup di khatulistiwa yang lebih panas. Prediksikanlah apa yang akan terjadi jika tumbuhan maupun hewan yang hidup dilereng gunung yang bersuhu sejuk di pindahkan ke daerah pantai yang bersuhu panas.
Bagaimana Suhu Mempengaruhi Makhluk Hidup

Satu faktor abiotik yang sangat mempengaruhi makhluk hidup dalam lingkungan adalah suhu. Pada eksperimen ini, kamu akan memeriksa bagaimana perubahan suhu mempengaruhi ikan mas.

Masalah
Bagaimana pengaruh suhu terhadap pernapasan ikan?
7.1





Apa yang kamu perlukan?
2 gelas kimia 250 ml
Pengukur waktu (stop watch/jam)
Thermometer
Kertas label
Es batu
Ikan kecil
Apa yang kamu lakukan?
Isilah kedua gelas kimia dengan air dan isilah dengan ikan kecil pada kedua gelas kimia tersebut. Berilah label pada satu gelas kimia dengan label percobaan dan gelas yang lain dengan label kontrol.
Gunakan termometer untuk mengukur suhu air pada kedua gelas.
Perhatikan tutup insang ikan. Penutup insang membuka dan menutup saat ikan bernapas. Hitung berapa kali penutup insang membuka selama satu menit.
Ulangi langkah ketiga sebanyak dua kali dan cacat data yang kamu peroleh.
Secara perlahan-lahan ambil sepotong es batu (kecil) dan masukkan ke dalam gelas percobaan sampai termometer menunjukkan 100C di bawah suhu pada langkah 2. Tungggu 5 menit dan biarkan es itu mencair.
Dugalah (buatlah hipotesis) apakah kecepatan ikan bernapas bertambah cepat, berkurang, atau tetap pada suhu yang lebih rendah. Hipotesis pengaruh suhu terhadap ikan: ...............................................................................................................
Catatlah suhu air dalam gelas dan ulangi langkah ke 3 dan 4.
Kembalikan ikan pada akuarium setelah air kembali pada suhu normal.






Analisis
Apa yang kamu ukur bila menghitung berapa kali penutup insang membuka dan menutup?
Apakah membuka dan menutupnya penutup insang lebih banyak atau lebih sedikit dibandingkan dengan dalam air pada suhu kamar (normal)?
Apakah penurunan suhu mempengaruhi kecepatan bernapas ikan?

Kesimpulan dan Penerapan
1. Apakah hasil eksperimenmu mendukung hipotesismu?
2. Jelaskan bagaimana faktor abiotok dapat mempengaruhi semua makhluk hidup dalam satu ekosistem?
3. Air dingin mengandung lebih banyak oksigen terlarut dari pada air hangat. Gunakan informasi ini untuk menjelaskaan mengapa ikan bernapas lebih cepat dalam air hangat dari pada dalam air dingin?
Cahaya
Semua makhluk hidup memerlukan cahaya terutama cahaya matahari. Tumbuhan hijau memerlukan energi cahaya untuk melakukan fotosintesis. Di samping itu pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh cahaya. Manusia dan hewan memperoleh energi dengan makan tumbuhan. Bila kamu makan makanan yang dihasilkan oleh tumbuhan, maka kamu telah mengkonsumsi energi yang awalnya dari cahaya matahari.
Air
Gambar 7.4
Tumbuhan beradaptasi terhadap lingkungan air dengan memiliki daun yang lebarAir merupakan komponen yang terbanyak di dalam tubuh makhluk hidup. Oleh karena itu, makhluk hidup sangat memerlukan air untuk menunjang kehidupannya. Air di dalam tubuh tumbuhan maupun hewan dapat berperan sebagai media pelarut bahan organik dan anorganik. Air juga sebagai media pengangkut dalam tubuh tumbuhan.
Berdasarkan kondisi air pada tempat hidupnya, tumbuhan dapat dibedakan menjadi tumbuhan hidrofit , tumbuhan higrofit, dan tumbuhan xerofit. Tumbuhan hidrofit adalah tumbuhan yang tumbuh di tempat banyak air sperti tertai. Tumbuhan higrofit adalah tumbuhan yang menyukai tempat yang lembab seperti tanaman keladi. Tumbuhan xerofit adalah tumbuhan yang tumbuh di tempat kekurangan air seperti tanaman kaktus.
Udara
Semua makhluk hidup memerlukan udara, terutama oksigen untuk bernapas. Di dalam udara terdapat bermacam-macam gas, antara lain; oksigen, nitrogen, dan karbondioksida. Oksigen digunakan oleh makhluk hidup untuk bernapas. Karbondioksida ditangkap oleh tumbuhan hijau dari udara, digunakan untuk proses fotosintesis. Sebagian tumbuhaan mendapatkan nitogen bebas dari udara dengan bantuan bakteri Rhizobium dan ganggang biru. Nitrogen merupakan unsur penting bagi tumbuhan hijau.
Sebagian besar udara yang diperlukan makhluk hidup tersedia dalam atmosfer. Akan tetapi, ada makhluk hidup yang mengambil udara dari dalam air dan ada pula yang mengambil udara yang terdapat di dalam tanah, misalnya akar tanaman.
Organisasi Makhluk Hidup dalam Ekosistem
Satuan-satuan makhluk hidup dalam ekosistem meliputi individu, populasi, dan komunitas. Untuk memahami pengertian masing-masing istilah tersebut lakukanlah kegiatan berikut.

Mengamati Satuan-satuan Makhluk Hidup dalam Ekosistem

Jumlah setiap jenis makhluk hidup yang terdapat dalam ekosistem tertentu ada banyak variasinya. Disuatu ekosistem ditemukan seekor kupu-kupu dan dan ribuan semut serta beberapa pohon rumput gajah.
Masalah
Apa yang dimaksud dengan individu, populasi, dan komunitas?
7.2





Apa yang kamu perlukan?
4 buah tongkat kayu
Meteran ulur
Tali rafia
Buku catatan
Apa yang kamu lakukan?
1. Pergilah ke suatu tempat yang telah ditentukan gurumu seperti kebun sekolah. Pililah satu titik di kebun tersebut secara bebas.
2. Gunakan meteran ulur untuk mengukur panjang 50 cm. Ukurlah daerah berbentuk bujur sangkar. Tancapkan tongkat kayu di setiap sudut bujur sangkar dan hubungkan tiap-tiap tongkat kayu dengan tali rafia pada bagian pangkalnya.
3. Hitunglah jumlah tiap-tiap jenis hewan dan tumbuhan dalam daerah bujur sangkarmu. Catatlah jenis dan jumlah setiap jenis hewan dan tumbuhan yang kamu temukan pada tabelmu.
4. Bagilah keseluruhan tiap jenis organisme dengan luas daerah bujur sangkarmu (50 cm x 50 cm) untuk menentukan kepadatan populasi setiap jenis pada daerah pengamatanmu.
Tabel Pengamatan
No.
Makhluk Hidup
Jumlah
Benda Tak Hidup
1.
2.
3.
4.
5.
6.
dst



Analisis
Apakah kamu menemukan jenis makhluk hidup dalam bujur sangkarmu jumlahnya hanya satu? Jenis makhluk hidup tersebut dinamakan individu.
Ada berapa individu yang kamu temukan dalam bujur sangkarmu?
Jenis makhluk hidup apa yang kamu temukan jumlahnya lebih dari satu? Jenis makhluk hidup tersebut dinamakan populasi.
Ada berapa jumlah populasi hewan dan tumbuhan yang kamu temukan? Hitunglah kepadatan populasi hewan dan tumbuhan tersebut dengan membagi dengan luas daerah yang ditempati.
Apakah daerah pengamatanmu dapat dikatakan komunitas? Apa nama komunitasnya?
Faktor abiotik apa yang mempengaruhi makhluk hidup dalam komunitas tersebut sehinga terjadi saling interaksi?

1. Individu
Individu adalah satu makhluk hidup tunggal yang dapat berdiri sendiri. Seorang manusia, seekor hewan, atau sebatang pohon merupakan contoh individu. Coba kamu temukan individu yang ada di halaman rumahmu!
Gambar 7.5
Seekor rusa merupakan individuPada umumnya cukup mudah untuk menentukan apakah suatu makhluk hidup merupakan individu atau kelompok individu, apabila makhluk hidup tersebut tidak merupakan satu koloni. Akan tetapi, apabila merupakan satu koloni, sukar membedakan apakah termasuk individu atau kelompok individu. Sebagai contoh, perhatikan tumbuhan jahe atau sejenisnya. Di atas permukaan tanah, tampak masing-masing tanaman jahe berdiri sendiri sehingga merupakan satu individu. Tetapi apabila kita perhatikan secara seksama, ternyata masing-masing batang tanaman jahe berhubunga satu dengan lainnya.
2. Populasi
Gambar 7.6 Contoh populasi rusa
Sejumlah individu sejenis yang menetap pada suatu daerah dinamakan populasi. Sebagai contoh, apabila kita hendak menyatakan populasi rusa di suatu daerah, berarti meliputi semua rusa, baik bertanduk pendek maupun yang bertanduk panjang, betina atau jantan, yang masih kecil atau yang sudah tua dan sebagainya yang terdapat pada daerah itu. Demikian pula apabila kita menyatakan populasi tanaman padi, berarti meliputi semua jenis padi yang terdapat di suatu daerah.
Jumlah individu sejenis yang dilubungkan dengan luas atau ruang yang ditempatinya dinamakan kepadatan populasi. Jumlah dari suatu jenis makhluk hidup yang terdapat pada suatu daerah dari waktu ke waktu dapat mengalami perubahan. Hal ini disebabkan oleh dinamika populasi berupa faktor kelahiran, kematian, dan perpindahan.
3. Komunitas
Seluruh populasi yang hidup bersama di suatu daerah, baik berupa hewan atau tumbuhan merupakan komunitas. Sebagai contoh, apabila kita menyatakan komunitas suatu kebun adalah macam-macam populasi hewan dan tumbuhan yang hidup di kebun itu. Anggota komunitas kebun, misalnya populasi pohon kelapa, populasi pohon pisang, rumput teki, cacing tanah, tikus, belalang. Anggota komunitas juga meliputi jasad renik yang tidak dapat dilihat oleh mata, misalnya bakteri.
Aliran Energi Dalam Ekosistem
Bila kamu mengamati bagian kecil ekosistem seperti pada kegiatan sebelumnya, atau seluruh ekosistem yang luas seperti daratan atau lautan, maka kamu dapat mengetahui hubungan keterkaitan di antara organisme. Makanan diperlukan untuk proses kehidupan tiap-tiap organisme, baik produsen, konsumen, atau pengurai. Bagaimana produsen, konsumen, dan pengurai saling berinteraksi?
Ingat kembali proses fotosintesis, tumbuhan menggunakan energi cahaya matahari untuk membuat makanan. Reaksi kimia tersebut mengubah air, karbondioksida, dan energi cahaya menjadi karbohidrat dan oksigen. Karbohidrat adalah makanan yang dapat disimpan dan selanjutnya digunakan oleh tumbuhan dan organisme lainnya yang memakan tumbuhan.

1. Rantai Makanan
Rantai makanan adalah peristiwa makan memakan pada urutan tertentu. Rantai makan dan dimakan yang terjadi merupakan peristiwa satu alur. Bila hewan sebagai konsumen memakan tumbuhan, maka energi yang ada pada tumbuhan
berpindah pada hewan. Selanjutnya hewan tersebut sebagai konsumen primer dimakan oleh hewan lainnya (konsumen sekunder), yang juga akan dimakan oleh hewan lainnya (konsumen tersier). Secara bertahap energi makanan berpindah dari hewan ke hewan berikutnya. Energi juga
Gambar 7.7
Contoh rantai makananberpindah saat pengurai menguraikan organisme yang telah mati.
2. Jaring-jaring Makanan
Hubungan makan dan dimakan pada satu rantai seperti di atas tergolong sederhana. Namun demikian banyak organisme memperoleh makanan lebih dari satu sumber. Seringkali satu produsen dimakan oleh beberapa macam konsumen pertama dan konsumen pertama dimakan oleh beberapa konsumen kedua dan seterusnya.
Gambar 7.8
Contoh jaring-jaring makananKonsumen tidak hanya bergantung pada satu jenis makanan saja, begitu pula satu jenis makanan tidak hanya dimakan oleh sejenis konsumen saja. Misalnya rumput tidak hanya dimakan oleh belalang, melainkan juga dimakan oleh kelinci, kambing, dan sapi. Belalang tidak hanya dimakan oleh burung-burung kecil tetapi dimakan oleh ayam. Jadi di alam ini terjadi pula hubungan antara satu rantai makanan dengan rantai makanan lainnya. Kumpulan rantai makanan-rantai makanan yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dinamakan jaring-jaring makanan. Jaring-jaring makanan dapat terjadi di kehidupan darat maupun dikehidupan air.
3. Piramida Makanan
Gambar 7.9
Contoh Piramida makanan
Dalam jaring-jaring kehidupan, hanya sebagian kecil dari energi yang mengalami perpindahan dari organisme yang satu ke organisme laainnya. Agar rantai makanan tersebut dapat berlanjut dengan seimbang, maka jumlah produsen harus lebih banyak dari konsumen tingkat I. Jumlah konsumen tingkat I harus lebih banyak jumlahnya dari konsumen tingkat II. Jumlah konsumen tingkat II harus lebih banyak jumlahnya dari konsumen tingkat III, dan seterusnya. Keadaan seperti di atas merupakan gambaran apa yang disebut dengan piramida makanan seperti pada gambar 7.9.

Rangkuman Subbab



1. Ekosistem memiiliki dua komponen penyusun, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik.
2. Komponen biotik terdiri atas produsen, konsumen, dan pengurai.
3. Produsen adalah makhluk hidup yang dapat menghasilkan makanan sendiri (autotrof) contoh tumbuhan hijau.
4. Konsumen adalah makhluk hidup yang memperoleh makanannya dari makhluk hidup lainnya (organisme heterotrof). Hewan dan manusia merupakan contoh organisme heterotrof.
5. Berdasarkan jenis makanannya organisme heterotrof dibedakan menjadi tiga kelompok, yaitu herbivora, karnivora, dan omnivora.
6. Pengurai adalah organisme yang memiliki kemampuan menguraikan sisa-sisa makhluk hidup yang telah mati. Contoh pengurai adalah cacing tanah, bakteri, dan jamur.
7. Komponen abiotik, antara lain faktor tanah, temperatur, cahaya, air, dan udara.
8. Satuan-satuan makhluk hidup dalam ekosistem meliputi individu, populasi, dan komunitas.
9. Individu adalah satu makhluk hidup tunggal yang dapat berdiri sendiri seperti seorang manusia, seekor hewan, atau sebatang pohon.
10. Sejumlah individu sejenis yang menetap pada suatu daerah dinamakan populasi.
11. Seluruh populasi yang hidup bersama di suatu daerah, baik berupa hewan atau tumbuhan merupakan komunitas.
12. Rantai makanan adalah peristiwa makan memakan pada urutan tertentu.
13. Kumpulan beberapa rantai makanan yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya dinamakan jaring-jaring makanan.



Uji Kompetensi Subbab A


Sebutkan faktor biotik yang menyusun suatu ekosistem! Jelaskan dan berikan contoh!
Apa yang dimaksud dengan organisme autotrof dan heterotrof. Jelaskan dengan memberikan contoh!
Ada berapa macam organisme heterotrof? Jelaskan beserta contohnya?
Jelaskan mengapa bila suatu komponen berubah maka keseimbangan ekosistem juga berubah!
Sebutkan faktor abiotik yang menyusun ekosistem!
Jelaskan apa yang dimaksud dengan individu, populasi, dan komunitas!
Jelaskan pengertian ekosistem!




B
Keanekaragaman Makhluk Hidup dalam Pelestarian Ekosistem



Indikator

· Mendefinisikan makhluk hidup yang tergolong langka
· Menyebutkan contoh makhluk hidup yang tergolong langka di suatu lokasi
· Mengemukakan pentingnyamembudidayakan tumbuhan dan hewan langka
· Membuat tulisan untuk mengenal jenis, bentuk, dan manfaat tumbuhan, hewan langka yang dilindungiPentingnya Keanekaragaman Bagi Kelestarian Makhluk Hidup
Kamu telah mengetahui bahwa makhluk hidup sangat beranekaragam. Keanekaragaman itu ditemukan juga di antara anggota-anggota tiap spesies, bahkan di antara individu-individu seketurunan. Kamu juga telah mempelajari bahwa, keanekaragaman bermanfaat bagi kelangsungan hidup.
Keanekaragaman makhluk hidup ternyata sangat penting bagi kelangsungan hidup atau kelestarian makhluk hidup. Suatu kelompok makhluk hidup, tumbuhan ataupun hewan misalnya yang memiliki tingkat kelestarian tinggi, diyakini sangat beranekaragam. Sebaliknya, makhluk hidup yang terancam punah, juga diyakini nilai keanekaragaman kelompoknya rendah atau sangat rendah.
Istilah Sains

· Satwa
· Fauna
· Flora
· Cagar alam
· Suaka margasatwa
· Keanekaragaman hayatiApa sebab nilai keanekaragaman tinggi menjamin kelestarian suatu kelompok makhluk hidup? Apa sebab suatu kelompok makhluk hidup yang nilai keanekaragamannya rendah berpeluang besar terancam punah?
Setiap makhluk hidup selalu berinteraksi dengan lingkungannya, baik yang hidup maupun yang tak hidup. Secara alami tiap makhluk hidup maupun kelompok makhluk hidup yang berhasil tetap hidup dan menghasilkan keturunan adalah yang lulus atau berhasil selama interaksi itu. Dalam hubungan ini, sebenarnya mudah dipahami, bahwa jika nilai keanekaragaman suatu kelompok tinggi, maka peluangnya untuk lulus dalam interaksi itu juga tinggi, demikian juga sebaliknya.
Marilah kita cermati suatu contoh berikut. Dua populasi (A dan B), di suatu habitat pada suatu waktu. Populasi A diandaikan memiliki 10 maacam keanekaragaman, sedangkan populasi B hanya memiliki 4 macam keanekaragaman. Selama interaksinya dengan lingkungan (misalnya terjadi peningkatan suhu lingkungan) dari 10 macam keanekaragaman pada populasi A, ternyata 5 diantaranya tidak berhasil; dan yang berhasil 5 macam keanekaragaman. Selama waktu itu pula dari 4 macam keanekaragaman pada populasi B, 3 diantaranya tidak berhasil berinteraksi, dan yang berhasil hanya 1 macam keanekaragaman. Melihat kenyataan semacam itu antara populasi A dan B, manakah yang berpeluang lebih besar untuk lestari? Benarkah populasi atau kelompok yang memiliki nilai keanekaragaman yang lebih tinggi berpeluang lebih besar untuk lestari?

Kegiatan Manusia yang dapat mempengaruhi Keanekaragaman Hayati
1. Bekerjalah dalam kelompok
2. Sebutkanlah satu kelompok (jenis) tumbuuhan atau hewan yang sedang terancam kepunahannya
3. Sebutkan juga dimana habitat jenis tumbuhan dan hewan yang terancaam punah tersebut
4. Bagaimana analisismu terhadap nilai keanekaragaman jenis tumbuhan atau hewan tesebut?
5. Laporkan hasil tugas ini kepada guru
INQUIRI SAINSKeanekaragaman setiap kelompok makhluk hidup tidak bersifat etap atau stabil. Kenyataan keanekaragaman tiap kelompok makhluk hidup, secara teoritis selalu berubah. Dalam perjalanan waktu ada kelompok makhluk hidup yang mengalami peningkatan keanekaragaman, ada yang tidak berubah keanekaragamannya, dan ada pula yang berkurang keanekaragamannya.
Penurunan keanekaragaman suatu kelompok makhluk hidup dapat terjadi secara alami di luar campur tangan manusia maupun karena campur tangan manusia. Dewasa ini perbuatan manusia ternyata berperan sangat besar terhadap penurunan keaneka-ragaman makhluk hidup, baik yang disadari maupun yang tidak disadari.
Apa saja perbuatan manusia yang dapat mengancam keanekaragaman makhluk hidup? Berikut ini daftar perbuatan manusia yang dapat mengancam atau menurunkan keaneka-ragaman makhluk hidup.
1. Perambahan hutan alam untuk keperluan pengambilan hasil hutan, perkebunan, pabrik, jalan raya, perumahan, dan sebagainya.
2. Penggunaan pestisida, insektisida, dan fungisida secara terus menerus dan tidak bertanggungjawab.
3. Penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau, bahan peledak, pembiusan, dan sebagainya.
Usaha-usaha Manusia untuk Pelestarian Keanekaragaman Hayati
Keanekaragaman hayati telah memberi manfaat secara ekonomi, sosial, dan budaya bagi masyarakat di Indonesia maupun di negara lain. Oleh karena itu, kita harus menginformasikan kepada masyarakat betapa pentingnya keanekaragaman hayati bagi kehidupan manusia.
1. Melestarikan Satwa langka
1. Bekerjalah dalam kelompok
2. Rekamlah dalam bentuk tulisan paling sedikitnya satu perbuatan masyarakat di sekitarmu yang mengancam keanekaragaman makhluk hidup.
3. Makhluk hidup apakah yang terancam kepunahannya akibat perbuatan masyarakat tersebut?
4. Menurut pendapatmu, apakah perbuatan itu mudah dihentikan?
INQUIRI SAINSAda berbagai alasan yang dilakukan orang untuk mengambil sumber daya alam hayati, misalnya untuk dijadikan sebagai sumber pangan, perumahan, hiasan, dan beberapa alasan lainnya. Hal ini akan makin buruk jika kita belum melakukan penelitian tentang cara membudidayakan dan mengelola suatu jenis makhluk hidup secara berkelanjutan. Misalnya ikan arwana (Schleropages formoseus), hewan tersebut banyak diburu orang untuk dikoleksi karena harganya yang mahal. Padahal hingga saat ini belum banyak orang yang melakukan penelitian tentang cara membudidayakan dan mengelolanya secara berkelanjutan. Apa yang terjadi jika pengambilan di alam dilakukan terus menerus saat kita belum berhasil membudidayakan? Nasib serupa juga dialami oleh orang utan, burung cenderawasih, badak, kayu hitam, kayu cendana, dan beberapa jenis sumber daya alam hayati lainnya.
Satwa langka apabila pertumbuhan populasinya di alam menurun secara terus menerus. Kelangkaan satwa disebabkan oleh faktor alam dan faktor manusia. Faktor alam disebabkan oleh perkembangbiakan yang sangat laambat dan daya dukung lingkungan yang tidak memungkinkan, sedangkan faktor manusia disebabkan oleh laju ekspoloitasi melebihi laju reproduksi satwa. Bagaimana cara menjaga satwa langka? Untuk menjaga kelestarian satwa langka, dan juga perburuan haruslah mentaati peraturan tertentu seperti berikut:
a.
para pemburu harus mempunyai surat ijin,
b. senjata pemburu harus tertentu macamnya,
c. membayar pajak dan mematuhi undang-undang perburuan,
d. harus menyerahkan sebagian tubuh yang harus diburuhnya kepada petugas,
e. dilarang memburu hewan-hewan langka,
f. jenis hewan tertentu hanya boleh ditangkap pada waktu tertentu saja,
g. tidak boleh memburuh hewaan yang sedang buntind, dan
h. tidak boleh membiarkan hewan buruannya lepas dalam keadaan terluka.
2. Melestarikan Tumbuhan
Walaupun tumbuhan dan hewan termasuk sumber daya alam yang dapat diperbaharui, tetapi bila pengambilannya secara terus menerus tanpa memperhatikan kecepatan daya reproduksinya, maka dapat berakibat musnahnya sumber daya alam hayati itu sendiri. Pemanfaatan sumber daya alam disebut berlebihan bila jumlah yang diambil lebih besar dari pada yang dapat dihasilkan dalam waktu tertentu.
Sumber daya alam berupa tumbuhan telah banyak yang punah dan beberapa jenis tumbuhan langka terancam pulah kepunahannya, misalnya Raflesia arnoldii, kayu eboni, kayu cendana, dan sebagainya. Dalam mengekspoloitasi sumber daya alam, khususnya hutan sebagai habitat berbagai jenis tumbuhan, perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a. tidak melakukan penebangan pohon di hutan dengan semena-mena (tebang habis),
b. melakukan reboisasi, yaitu menghutankan kembali hutan yang telah rusak, dan
c. mencegah kebakaran hutan.
3. Pencagaralaman
Cagar alam adalah sebidang tanah, suatu daerah yang disediakan dan ditata untuk melindungi spesies flora dan fauna di dalamnya. Di dalam cagar alam tidak dibolehkan adanya segala jenis ekspoloitasi.
Dalam era pembangunan, segala macam tumbuhan dan hewan ingin dimanfaatkan. Karena itu, sebidang lahan tidak boleh dijamah, sukar untuk diterima. Tekanan semakin besar agar cagar alam diikutsertakan dalam pembangunan. Untuk mengatasi tekanan ini makin banyaklah dipakai konsep taman nasional, di dalamnya dilakukan tujuan pencagaralaman. Kegiatan itu, misalnya parawisata, penelitian, dan pendidikan. Di Indonesia beberapa cagar alam telah mempunyai staatus taman nasionaal, yaitu Taman Nasional Rawaaopa, Taman Nasional Gede Pangrango, Taman Nasional Ujung Kulon, Taman Nasional Buluran, Taman Nasional Komodo, Taman Nasional Lauser, dan sebagainya.
Dengan demikian, jelaslah bahwa beberapa kegiatan yang dilakukan manusia dapat mempengaruhi aktivitas kehidupan organisme lain. Untuk itu, sebaiknya kalian harus selalu berhati-hati dalam setiap kali melakukan kegiatan. Pikirkan dampak negatif yang diakibatkannya, terutama terhadap keanekaragaman hayati yang berada di sekitar kita.

Rangkuman Subbab


1. Perbuatan manusia yang dapat mengancam atau menurunkan keanekaragaman makhluk hidup antara lain; (1) perambahan hutan alam untuk keperluan pengambilan hasil hutan, perkebunan, pabrik, jalan raya, perumahan, dan sebagainya, (2) penggunaan pestisida, insektisida, dan fungisida secara terus menerus dan tidak bertanggungjawab, dan (3) penangkapan ikan dengan menggunakan pukat harimau, bahan peledak, pembiusan, dan sebagainya.
2. Satwa langka apabila pertumbuhan populasinya di alam menurun secara terus menerus.
3. Satwa langka yang ada di Indonesia adalah orang utan di Kalimantan, burung cenderawasih di Irian Jaya, anoa di Sulawesi, badak bercula satu di Ujung Kulon Jawa Barat, komodo di pulau Komodo, harimau di Sumatera, gajah di Sumatera, dan sebagainya.
4. Tumbuhan langka yang ada di Indonesia antara lain Raflesia arnoldii di Bengkulu, kayu eboni di Sulawesi Tengah, kayu cendana di Nusa Tenggara, dan sebagainya.
5. Usaha manusia untuk melestarikan keanekaragaman hayati melalui kegiatan cagar alam dan suaka marga satwa.


Uji Kompetensi Subbab B


Mengapa keanekaragaman makhluk hidup yang tinggi dapat mencegah punahnya makhluk hidup tertentu?
Apa yang dimaksud dengan satwa langka!
Apa yang menyebabkan terjadinya satwa langka di Indonesia!
Sebutkan satwa langka dan lokasinya yang ada di Indonesia!
Sebutkan contoh tumbuhan langka dan lokasinya yang ada di Indonesia!
Jelaskan usaha-usaha untuk melestarikan keanekaragaman hayati!

C
Kepadatan Populasi Hubungannya Dengan Lingkungan



Indikator

· Memperkirakan hubungan populasi penduduk dengan kebutuhan air bersih dan udara bersih
· Memperkirakan hubungan populasi penduduk dengan kebutuhan pangan
· Memperkirakan hubungan populasi penduduk dengan ketersediaan lahan
· Menjelaskan pengaruh meningkatnya populasi penduduk terhadap kerusakan lingkungan
Apakah bumi mempunyai daya dukung lingkungan (carryng capacity) yang cukup bagi populasi manusia? Jika kita perhaatikan jumlah penduduk di kota-kota besar selalu bertambah setiap harinya. Kepadatan populasi penduduk yang tidak seimbang dengan besarnya area akan memberikan dampak yang besar terhadap lingkungan. Banyak ilmuan yang beranggapan, bahwa produksi makanan tidak akan selalu bertambah dengan meningkatnya populasi manusia.
Istilah Sains

· Populasi
· Daya dukung
· Lingkungan
· Faktor pembatasManusia dapat mengubah ekosistem karena manusia memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Oleh karena itu, manusia dapat menguasai dan mendominasi makhluk hidup lainnya. Pertambahan penduduk yang sangat cepat menyebabkan populasi manusia menjadi populasi yang terbesar dibandingkan dengan populasi makhluk hidup lainnya. Tidak seperti makhluk hidup lainnya, populasi manusia dapat mengurangi pengaruh lingkungan dengan meningkatkan produksi makanan (sumber daya alam) dan mengontrol penyakit.



Menghitung Rata-rata Perubahan Penduduk Setiap Tahun

Angka perubahan penduduk pertahun (AP) dapat ditunjukkan dengan persentase. Angka ini diperoleh dengan terlebih dahulu menghitung angka kelahiran (AK) dan angka kematian (AM).
Rumus AP adalah % (AP) = AK – AM/1000 x 100

Masalah
Hitunglah %(AP) dari beberapa benua, wilayah maupun dunia berdasarkan rata-rata berikut ini:
7.3

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar